Idza Priyanti Prakarsai Tanam Sejuta Pohon Kopi di Lereng Gunung Slamet

- Jumat, 29 Januari 2021 | 17:42 WIB
Bupati Brebes Idza,Priyanti  saat menanam pohon kopi di area Petak 14A RPH Igirklanceng, BKPH Paguyangan, Dukuh Cilik, Desa Dawuhan, Kecamatan Sirampog, Brebes, Kamis (28/1/2021).(dok Diskominfotik Brebes)
Bupati Brebes Idza,Priyanti saat menanam pohon kopi di area Petak 14A RPH Igirklanceng, BKPH Paguyangan, Dukuh Cilik, Desa Dawuhan, Kecamatan Sirampog, Brebes, Kamis (28/1/2021).(dok Diskominfotik Brebes)

BREBES, AYOTEGAL.COM - Kerusakan hutan akibat alih fungsi lahan tidak bisa terhindarkan di hulu lereng Gunung Slamet. Ini mengakibatkan bencana banjir dan tanah longsor kerap menimpa warga sekitar, bahkan sampai hilir wilayah Brebes. 

Bupati Brebes Idza Priyanti mengaku prihatin dengan kondisi tersebut, sehingga mengambil langkah dengan menanam kopi dalam rangka mengubah pola tanam masyarakat dari tanaman musiman menjadi tanaman tahunan. 

"Kita harus memperbaiki kawasan hutan, utamanya hutan lindung dengan tanaman produksi. Jangan menggarap lahan dengan tanaman semusim," kata Idza, saat tanam pohon kopi bersama Forkopimda dan warga setempat di area Petak 14A RPH Igirklanceng, BKPH Paguyangan, Dukuh Cilik, Desa Dawuhan, Kecamatan Sirampog, Brebes, Kamis (28/1/2021)

Menurut Idza, penghijauan di lereng Gunung Slamet untuk mengembalikan fungsi hutan Perhutani KPH Pekalongan Barat dan hutan masyarakat, di mana nantinya hasilnya juga dapat dimanfaatkan oleh masyarakat karena yang ditanam adalah jenis pohon produksi yaitu bibit kopi arabika khas Gayo Aceh.

Idza mengingatkan, penggarapan lahan yang dilakukan tidak memperhatikan fungsi hutan dan kelestarian lingkungan akan berdampak pada bencana alam tanah longsor dan banjir. 

Idza menyayangkan masyarakat yang semakin masif melakukan penggarapan lahan dengan tanaman semusim. Terbukti, kondisi lahan garapan masyarakat dengan tanaman semusim saat ini seluas 2.198, 24 hektare dan sebagian besar berada di kawasan hutan lindung.

"Upaya reboisasi dan rehabilitasi kawasan hutan sudah dilaksanakan setiap tahun, namun hanya bertahan sampai tahun ke tiga. Setelah itu tanaman kehutanan kembali dirusak untuk dijadikan lahan garapan sayuran," ungkap Idza. 

''Dengan penanaman kopi ini saya berharap, masyarakat ikut menjaga kawasan hutan ini sebagai daerah resapan air, " ucapnya. 

"Saya titipkan tabungan kita berupa pohon-pohon kopi ini agar dapat dinikmati hasilnya oleh anak cucu kita. Hasil yang bukan sekedar kesegaran dan keindahan alam, namun terjaganya alam untuk generasi penerus kita," pinta Idza menambahkan. 

Halaman:

Editor: Dwi Ariadi

Tags

Terkini

Serentak, Ribuan Santri di Brebes Disuntik Vaksin

Selasa, 7 September 2021 | 22:34 WIB
X