Israel Sepakat Gencatan Senjata dengan Hamas di Jalur Gaza

- Jumat, 21 Mei 2021 | 08:46 WIB
Israel dan Hamas sepakat untuk melakukan gencatan senjata tanpa syarat dan menerima usulan mediator Mesir. (REUTERS/AMIR COHEN)
Israel dan Hamas sepakat untuk melakukan gencatan senjata tanpa syarat dan menerima usulan mediator Mesir. (REUTERS/AMIR COHEN)

GAZA, AYOTEGAL.COM -- Israel dan Hamas menyepakati gencatan senjata di seluruh perbatasan Jalur Gaza, mulai hari Jumat 21 Mei 2021, demikian petikan pernyataan faksi Islamis Palestina sebagaimana diberitakan beberapa kantor berita. 

Gencatan senjata ini berpotensi mencegah terjadinya pertempuran paling sengit dalam puluhan tahun.

Kabinet keamanan Israel mengatakan pihaknya secara bulat telah mendukung gencatan senjata di Jalur Gaza “secara timbal balik dan tanpa syarat” sebagaimana yang diusulkan Mesir sebagai mediator, tetapi menambahkan bahwa jam pelaksanaannya belum disepakati.

Perkembangan terbaru ini terjadi setelah Presiden Amerika Joe Biden mendesak Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu untuk mengupayakan deeskalasi, dan di tengah tawaran media oleh Mesir, Qatara dan PBB.

Seorang pejabat Hamas sebagaimana dilansir VOA Indonesia dari kantor berita Reuters, mengatakan gencatan senjata ini “akan saling menguntungkan dan berlaku serentak.”

Serangan roket Hamas dan sekutunya – Jihad Islam – telah kembali berlanjut setelah jeda selama 8 jam pada hari Kamis 20 Mei 2021, sementara Israel terus menembaki apa yang menurutnya bertujuan untuk menghancurkan kemampuan militer faksi Hamas dan mencegah mereka melakukan konfrontasi serupa di masa depan.

Sejak pertempuran 10 Mei lalu, pejabat-pejabat kesehatan di Gaza mengatakan sedikitnya 232 warga Palestina – termasuk 65 anak-anak dan 39 perempuan – tewas; sementara lebih dari 1.900 lainnya luka-luka akibat pemboman udara Israel. Sementara Israel mengatakan telah menewaskan sedikitnya 160 kombatan di Gaza.

Perjanjian gencatan senjata ini akan mengakhiri pertempuran paling sengit antara kedua musuh ini sejak perang 50 hari pada tahun 2014, dan sekali lagi tidak jelas siapa yang memenangkannya.

Pertempuran dimulai 10 Mei lalu ketika militan Hamas di Gaza menembakkan serangkaian roket jarak jauh ke arah Yerusalem setelah bentrokan antara demonstran Palestina dan polisi Israel di kawasan Masjid Al Aqsa, satu situs suci bagi Yahudi dan Muslim. Strategi polisi menangani para demonstran di kawasan itu dan ancaman pengusiran puluhan keluarga Palestina oleh pemukim Yahudi telah ikut memanaskan situasi.

Halaman:

Editor: Adib Auliawan Herlambang

Tags

Terkini

X