Malaysia akan Deportasi 7.000 Lebih WNI, DPR Minta Tempat Karantina

- Jumat, 4 Juni 2021 | 13:26 WIB
Malaysia akan deportasi 7.000 WNI (pixabay)
Malaysia akan deportasi 7.000 WNI (pixabay)

JAKARTA, AYOTEGAL.COM -- Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia (WNI) Kementerian Luar Negeri, Judha Nugraha membeberkan bahwa Pemerintah Malaysia akan mendeportasi ribuan WNI. Adapun, dia menyebut total WNI yang akan dideportasi mencapai 7.299 orang.

“Menurut informasi yang disampaikan pihak Malaysia ada 7.299 deportan WNI yang siap dipulangkan ke Indonesia,” ujar Judha usai melakukan rapat koordinasi Satgas Covid-19 Nasional pada Senin 31 Mei 2021.

Menanggapi hal ini, Anggota Komisi I DPR RI Kurniasih Mufidayati angkat bicara. Dia meminta agar kesiapan pemerintah daerah (pemda) dalam menerima Pekerja Migran Indonesia (PMI) dari Malaysia perlu dipastikan.

Adapun, kata Mufida, kesiapan tersebut meliputi tempat untuk melakukan karantina, peralatan medis, APD bagi petugas, administrasi, hingga kepulangan PMI ke kampung halaman masing-masing.

“Pemda perlu bersiap diri dan mendapat dukungan. Dari siapa? Jelas dari pemerintah pusat. Jangan sampai ada pemda yang beralasan belum siap menerima PMI karena back up dari pusat tidak memadai,” ujar anggota Fraksi PKS itu di Jakarta, Jumat 4 Juni 2021.

Mufida menegaskan hal ini menjadi catatan bagi pemerintah pusat maupun pemerintah daerah yang menjadi tujuan kedatangan PMI dari Malaysia. Dia juga meminta Muhadjir Effendy selaku Menteri Koordinator PMK sebagai komando dalam proses menjalankan fungsi kebijakan lintas sektoral.

“Kami minta menko PMK yang menjadi leading sektor termasuk ke pemerintah daerah dan satgas Covid-19 nasional maupun daerah bisa menjalankan fungsi ini dengan baik, tidak ada ego lembaga dalam hal ini, satu komando,” tegas Mufida.

Dia juga mengatakan setelah PMI kembali ke kampung halaman masing-masing, perlu ada program dari Kementerian Ketenagakerjaan agar mereka mendapatkan program bagi purna PMI.

“Kepulangan teman-teman PMI harus diikuti solusi setelahnya dengan berbagai program bagi purna PMI seperti optimalisasi BLK, penyerapan tenaga kerja di proyek padat karya dan program jaminan soal ketenagakerjaan sejenis,” pungkasnya.

Halaman:

Editor: Ade Lukmono

Tags

Terkini

X