Sulitnya Menjaga Jarak dan Memakai Masker di Era Normal Baru

- Senin, 24 Agustus 2020 | 22:13 WIB
Hari Nugroho.(dok)
Hari Nugroho.(dok)

SLAWI, AYOTEGAL.COM - Upaya mencegah penyebaran wabah Covid-19 akibat virus corona baru sangat dipengaruhi oleh kepatuhan masyarakat menerapkan protokol kesehatan seperti menjaga jarak, mengenakan masker dan mencuci tangan dengan sabun. 

Seruan pemerintah untuk menerapkan protokol kesehatan sebagai standar perilaku hidup bersih dan sehat di era normal baru direspon beragam oleh masyarakat. 

Mayoritas publik meyakini penerapan protokol kesehatan secara ketat dan disiplin mampu mencegah penularan Covid-19. Sikap publik ini terekam lewat hasil jajak pendapat Humas Pemkab Tegal secara daring, 21-31 Juli 2020 lalu yang melibatkan 477 responden. 

Keyakinan ini diungkapkan oleh 82,3 persen responden dari berbagai latar belakang pendidikan maupun usia. Hanya 10,7 persen responden mengaku ragu-ragu dan 5,5 persen menyatakan tidak yakin serta 1,5 persen sisanya tidak tahu.

Tingginya keyakinan publik tersebut didukung pula oleh motivasi dalam penerapannya, dimana 89,1 persen responden mengaku protokol kesehatan diterapkan untuk melindungi diri sendiri ataupun orang lain. 

Sementara 6,1 persen karena menaati peraturan yang berlaku dan 2,3 persen karena alasan takut tertular serta 2,5 persen sisanya karena berbagai alasan.

Pun demikian halnya dengan intensitas penerapannya, dimana dalam kurun waktu satu bulan terakhir, 56,6 persen responden selalu menerapkan protokol kesehatan saat berada di luar rumah. Kemudian disusul 34 persen responden mengaku sering menerapkan dan 9 persen responden yang hanya kadang-kadang atau sesekali saja menerapkannya.

Meski kesadaran publik terbilang tinggi dalam menerapkan protokol kesehatan, namun mereka mengaku ada kesulitan pada penerapannya saat berada di luar rumah. Sekitar 60,6 persen responden mengaku cukup sulit untuk menjaga jarak aman fisik minimal satu meter dengan orang lain. 

Hal ini tentunya harus yang menjadi perhatian pemerintah, terlebih setelah kebijakan pelonggaran pembatasan sosial diambil dengan membuka sejumlah destinasi wisata, mengizinkan digelarnya hajatan dan panggung hiburan serta mengizinkan dimulainya kembali pembelajaran tatap muka di sekolah.

Halaman:

Editor: Dwi Ariadi

Tags

Terkini

Candra Birawa (Pandemi) Bisa Dikalahkan!

Senin, 5 Juli 2021 | 16:44 WIB

[Kartun] Lebih Suka Vaksinasi Covid-19

Kamis, 21 Januari 2021 | 18:24 WIB

Mahasiswa KKN UIN Walisongo Pantau Pembagian BLT

Selasa, 19 Januari 2021 | 20:15 WIB
X