Nama Enthus, Hasil Wisik dari Sumur Kidang Banten

- Senin, 10 Mei 2021 | 14:49 WIB
Atmo Tan Sidik.(dok)
Atmo Tan Sidik.(dok)

AYOTEGAL.COM -- Dalam sebuah perbincangan di malam hening di Pondok Pesantren (Ponpes) Nadwatul Ummah asuhan Rois Suriah PBNU K.H. Fuad Hasyim, Ki Enthus Susmono pernah ditanya sang kyai tentang aslinya berasal dari mana, Tegal atau Brebes?

Di malam Selasa Pon, malam Rabu Wage, 26 Februari 2002, Ki Enthus Susmono secara terbuka menjelaskan dirinya lahir dari hasil perkawinan ayah asal Kabupaten Tegal, dan ibunya dari Kabupaten Brebes. 

Nama Enthus diperoleh dari laku spiritual ayahnya, seorang dalang kondang di kawasan pantai utara (Pantura), Sumaryo Dihardjo, ketika tirakat di daerah Sumur Kidang Banten. Setelah menempuh berbagai tahapan yang disarankan para kamituwa, Mbah Maryo (sapaan akrab Sumaryo Dihardjo) mendapat bisikan gaib. “Mengko mbokan anakke lair metune lanang, aran ngarepe supaya diarani Enthus. Moga-moga dadi dalang kondang sing nggulung jagad...”

Mendengar penuturan Ki Enthus, K.H. Fuad Hasyim terdiam, sembari menanggapi keluhan sang dalang dalam menghadapi persaingan antardalang di Jawa Timur. Kemudian, K.H. Fuad Hasyim mengijazahkan doa ilmu sirep yang berasal dari Wali Kriyan yang berbunyi: 

"Bismillahirrahmanirrahim. Allahumma kendi wiring katumpang amider-mider anggulati endase. Endase lagi sun godog ana ing dangdang jadi, sun kayoni kendal serut, lah ayulah atine wong sing andeleng, rep sirep atine wong sajagat kabeh. Kucila mingmang, mang ming mang bingung...” K.H. Fuad Hasyim berpesan doa tersebut agar dibaca tiga kali.

Pembicaraan berlanjut ke tema lain, yakni sekitar Alquran ditinjau dari mukjizat sastranya. Ki Enthus pun mencatat berbagai pemikiran K.H. Fuad Hasyim yang juga Rois Suriah PBNU sampai pagi. 

Saya memang menyaksikan etos kerja yang tinggi dan daya kejar dari sosok Ki Enthus dalam memburu ilmu kepada para sesepuh, tokoh ulama, serta siapapun yang memiliki kelebihan ilmu. Mereka semua selalu ia datangi untuk dijadikan guru. 

Di Pantura, sejak 1996, Ki Enthus sering mengajak bersilaturahim ke K.H. Subhan Makmun, pengasuh Ponpes As-Salafiyah Desa Luwungragi, Kecamatan Bulakamba, Kabupaten Brebes, juga ke K.H. Muhammad Miftah Anwar pengasuh Ponpes Al-Anwar Desa Pakijangan, Bulakamba, Brebes, bersama seniornya, Eko Tunas, cerpenis dan penyair kelahiran Tegal yang saat ini tinggal di Semarang. 

Barangkali penting untuk ditiru semangatnya oleh generasi muda, yakni Ki Enthus memiliki hobi mencatat ucapan-ucapan unggulan yang bisa mengundang kekaguman saat pentas. 

Halaman:

Editor: Dwi Ariadi

Tags

Terkini

Candra Birawa (Pandemi) Bisa Dikalahkan!

Senin, 5 Juli 2021 | 16:44 WIB
X