Ketuk Hati Donatur, Ini Cara Komunitas Slawi Gotong Royong Bantu Warga Terdampak Covid-19

- Sabtu, 31 Juli 2021 | 19:53 WIB
Komunitas Slawi Gotong Royong membagikan bantuan kepada pedagang di Alun-alun Hanggawana, Slawi, Kabupaten Tegal, Sabtu (31 Juli 2021).(Dwi Ariadi/Ayotegal)
Komunitas Slawi Gotong Royong membagikan bantuan kepada pedagang di Alun-alun Hanggawana, Slawi, Kabupaten Tegal, Sabtu (31 Juli 2021).(Dwi Ariadi/Ayotegal)

SLAWI, AYOTEGAL.COM - Sekelompok warga di Kabupaten Tegal yang tergabung dalam Komunitas Slawi Gotong Royong giat bergerak memberikan bantuan kepada masyarakat terdampak pandemi Covid-19, terutama saat Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). 

Mereka menghimpun bantuan dari donatur untuk disalurkan kepada warga yang terdampak pandemi Covid-19, mulai dari mereka yang isolasi mandiri maupun warga yang kesusahan. 

Seperti yang dilakukan pada Sabtu (31 Juli 2021). Komunitas Slawi Gotong Royong yang dikoordinasi oleh Desi Krisna, Ustad Rojik dan Sukartono memberikan bantuan kepada pedagang di GOR Trisanja dan Alun-alun Hanggawana Slawi. 

Di tengah suasana hujan, mereka memberikan paket sembako ke pedagang yang sebagian besar ibu-ibu. Ya, pedagang tersebut, selama PPKM tidak bisa berjualan karena terkena aturan PPKM.

Menurut Desi Krisna, pembagian sembako sudah dilakukan tiga kali, yakni 22 dan 23 Juli 2021. ''Sebanyak 200 paket kita bagikan untuk warga yang isolasi mandiri, selanjutnya pada 31 Juli 2021 ini untuk pedagang di GOR Trisanja dan Alun-alun Hanggawana,''katanya.

Desi menuturkan, pembentukan komunitas ini untuk menggugah semangat gotong royong warga untuk berbagi dan membantu warga yang terdampak Covid-19. 

''Awal kali pertama kami memberikan perhatian kepada pasien isolasi mandiri. Harapannya, bantuan ini bisa sedikit meringankan beban mereka yang selanjutnya kami mengarah kepada pedagang kecil yang benar-benar tidak bisa jualan karena dampak PPKM,''jelasnya. 

Lantas, bagaimana cara menghimpun dana tersebut? Desi mengaku penggalangan dana bantuan dilakukan lewat pesan berantai grup WhatsApp dan tidak ada struktur resmi. 

''Hanya bermodalkan semangat kebersamaan. Kami tidak membatasi siapa pun donaturnya. Jenis bantuan pun tidak kami tentukan bisa berupa uang maupun barang. Intinya bisa bermanfaat bagi yang membutuhkan,''ujarnya. 

Halaman:

Editor: Dwi Ariadi

Tags

Terkini

X