Bupati Brebes Persoalkan Acuan Data Penetapan PPKM Level 4

- Selasa, 14 September 2021 | 19:09 WIB
Bupati Brebes Idza Priyanti memberikan keterangan terkait status level PPKM di kantornya, Selasa (14/9/2921). [Suara.com/F Firdaus]
Bupati Brebes Idza Priyanti memberikan keterangan terkait status level PPKM di kantornya, Selasa (14/9/2921). [Suara.com/F Firdaus]

BREBES, AYOTEGAL.COM - Bupati Brebes Idza Priyanti menyebutkan keterlambatan data menjadi penyebab wilayah-nya masuk dalam kategori Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Jawa dan Bali level 4.

Dalam Inmendagri No 42 Tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4, Level 3, dan Level 2 Corona Virus Disease 2019 di Wilayah Jawa dan Bali, Brebes dan Cirebon masuk ke level 4 dari sebelumnya level 3.

Menanggapi hal itu, Idza Priyanti ‎menegaskan, ada keterlambatan memasukan data perkembangan kasus Covid-19, seperti jumlah kasus, kematian dan BOR rumah sakit ke corona.jatengprov.go.id.

Baca Juga: UPDATE PPKM Jawa dan Bali, Kota Tegal Level 2, Brebes dan Kabupaten Tegal Memburuk

‎"Ada data delay (data yang terlambat) yang baru dimasukkan di bulan September yaitu data Juni, Juli, Agustus. Ini baru masuk September," kata Idza di Brebes, Selasa (14 September 2021).

Sebagaimana dilansir dari Suara.com (Jaringan Ayotegal), Idza mencontohkan, data jumlah ‎kasus konfirmasi aktif di Brebes yang tercatat di corona.jatengprov.go.id pada Selasa (14 September 2021) mencapai 152 orang. Padahal data seharusnya berjumlah 45 orang.

Kemudian jumlah kasus kematian, menurut Idza tercacat di corona.jatengprov.go.‎id sebanyak 90 orang. Sementara data pemkab pada 7-13 September hanya terdapat empat kasus kematian.

"Data ini menjadikan kita levelnya di 4 padahal Brebes secara PPKM tetap pada level 3 karena melihat kondisi real yang meninggal tanggal 7 sampai 13 September hanya 4 bukan 90. Terus konfirmasi positif ada 45 orang secara real bukan 152 orang," cetusnya.

Menurut Idza, keterlambatan memasukan data tersebut menyebabkan antara data di pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten belum singkron. Data yang jadi acuan penetapan level PPKM di Brebes menurutnya belum akurat.

"Banyak data yang seharusnya setiap hari di-entri oleh petugas yang ditugasi para direktur RS, tapi terlambat. Ini karena mereka kewalahan atau mungkin belum sempat‎," katanya.

Halaman:

Editor: Dwi ariadi

Sumber: Suarajawatengah.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Serentak, Ribuan Santri di Brebes Disuntik Vaksin

Selasa, 7 September 2021 | 22:34 WIB
X