Menyoal Kasus Stunting Kabupaten Tegal Tertinggi Kedua di Jawa Tengah , Penderita 10.510 Balita

- Sabtu, 18 Juni 2022 | 09:10 WIB
Berdiskusi Stunting di Kabupaten Tegal  M. Fatkhurohman (kiri) dan Ki Sengkek Suharno (kanan) bersama Sekretaris TPPS Kabupaten Tegal Teguh Mulyadi (kedua dari kiri) dan Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Tegal Bintang Adi Pramajukti (ketiga dari kiri) di Kedai Nyong Kopi Slawi. (dok)
Berdiskusi Stunting di Kabupaten Tegal M. Fatkhurohman (kiri) dan Ki Sengkek Suharno (kanan) bersama Sekretaris TPPS Kabupaten Tegal Teguh Mulyadi (kedua dari kiri) dan Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Tegal Bintang Adi Pramajukti (ketiga dari kiri) di Kedai Nyong Kopi Slawi. (dok)

SLAWI, AYOTEGAL.COM – Kasus stunting di Kabupaten Tegal mencapai angka ribuan dan tertinggi kedua di Jawa Tengah.

Sekretaris Tim Percepatan Penurunan Stunting Kabupaten Tegal, Teguh Mulyadi menjelaskan, stunting ini sangat berbahaya bagi generasi masa depan.

Sebab, stunting tidak hanya menyangkut rendahnya berat badan, tinggi badan yang tidak sesuai umur, bayi stunting juga mengalami keterlambatan tumbuh kembang, termasuk kecerdasan. Karena itu, butuh perhatian lebih untuk melakukan pencegahan dan antisipasi dengan memberikan gizi kepada para bayi.

Baca Juga: HUT Ke 76 Bhayangkara Polres Tegal, Pengobatan Gratis Karyawan Pabrik Teh dan Vaksinasi Serentak

”Stunting ini diibaratkan gizi buruk plus. Jadi harus ada perhatian serius. Karena menyangkut hak anak dan masa depannya,” ungkap sekretaris DP3AP2KB Kabupaten Tegal saat diskusi ngobrol inspiratif (Ngopi) Kemisan, Kamis, 16 Juni 2022.

Teguh Mulyadi menjelaskan, jumlah angka stunting tergolong tinggi, meskipun hasil studi antara pemerintah pusat dan Pemkab Tegal ada perbedaan.

Dimana berdasarkan hasil studi status gizi Indonesia (SSGI) 2021, prevalensi stunting pada populasi sampel anak balita di Kabupaten Tegal mencapai 28 persen atau sekitar 21 ribu balita yang terkena stunting.
Alhasil, angka stunting Kabupaten Tegal menjadi tertinggi kedua di Jawa Tengah setelah Kabupaten Wonosobo.

Sementara dari pengukuran antropometri populasi balita secara keseluruhan oleh kader atau tenaga kesehatan melalui aplikasi pencatatan dan pelaporan gizi berbasis masyarakat secara elektronik (e-PPGBM) Dinas Kesehatan Kabupaten Tegal diperoleh angka 12,18 persen atau sekitar 10.510 balita yang mengalami stunting.

”Studi yang dilakukan Pemkab Tegal ini dilakukan tiap bulan. Namun, alat atau sarana untuk mengetahui stunting oleh pemerintah kurang layak. Berbeda dengan alat pengukur yang dimiliki pemerintah pusat,” katanya.

Baca Juga: INFO CUACA Tegal dan Slawi Sabtu 18 Juni 2022, Akhir Pekan Waspada Hujan Malam Hari

Halaman:

Editor: Dwi ariadi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X