Kementerian P3A Bahas Desa Ramah Perempuan dan Anak di Brebes

- Rabu, 22 Juni 2022 | 19:22 WIB
Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) membahas Desa Ramah Perempuan dan Anak di Kabupaten Brebes.  (dok.Diskominfotik Brebes)
Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) membahas Desa Ramah Perempuan dan Anak di Kabupaten Brebes. (dok.Diskominfotik Brebes)

BREBES, AYOTEGAL.COM - Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) membahas Desa Ramah Perempuan dan Anak di Kabupaten Brebes.

Advokasi dan Fasilitasi Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak akan ditangani secara bersamaan antara Kementerian P3A dengan Pemerintah Kabupaten Brebes.

Keseriusan tersebut dibahas oleh Staf Ahli Bidang Hubungan Antar Lembaga Kementerian P3A Rini Handayani bersama Staf Khusus Menteri P3A bidang Perempuan IG Agung Putri Astrid Kartika dengan Wakil Bupati Brebes Narjo di Ruang VIP, Pendopo Brebes, Rabu 22 Juni 2022.

Baca Juga: Pengikut Khilafatul Muslimin Ada di Kabupaten Tegal, Umi Minta Pembinaan Dikedepankan

Rini Handayani menjelaskan, kunjungan kali ini atas arahan Menteri P3A sekaligus untuk menindaklanjuti pertemuan para Bupati Perempuan sebagaimana diagendakan beberapa waktu lalu di Jakarta.

Pasalnya, persoalan dan tantangan perempuan dan anak sangat luar biasa. Tantangan tersebut dapat dilihat dari capaian Indek Pembangunan Manusia, Indek Kesetaraan Gender, Indek Pembangunan Gender, maupun Indek Perindungan Anak yang masih rendah.

Dari data yang ada, lanjut Rini, sebagai daerah yang memiliki penduduk cukup besar, maka Kabupaten Brebes memiliki tantangan yang cukup tinggi juga.

''Sehingga perlu adanya peran bersama untuk meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia dan Indeks-indeks lain yang menjadi ukuran keberhasilan upaya pemberdayaan perempuan dan anak,''katanya.

Rini juga mengatakan, sesuai arahan presiden ada lima hal yang harus diselesaikan dalam upaya perlindungan perempuan dan anak. Yakni meningkatkan kewirausahaan perempuan yang berprespektif gender, meningkatkan keterwakilan perempuan yang dimulai dari tingkat desa.

Selanjutnya, peningkatan pengasuhan pendidikan ibu dan keluarga dalam pengasuhan anak, meningkatkan penegakan hukum yang saat ini masih lemah, dan bagaimana mencegah perkawinan anak.

Halaman:

Editor: Dwi ariadi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X