Pagelaran Maca Segepok Puisi Apito Lahire dan Dyon Dyonk, Geber Puisi Tegalan dalam 2 Bahasa

- Jumat, 8 Juli 2022 | 22:06 WIB
Apito Lahire dan Dyon Donk tampil dalam Pagelaran Maca Segepok Puisi (dok)
Apito Lahire dan Dyon Donk tampil dalam Pagelaran Maca Segepok Puisi (dok)

SLAWI, AYOTEGAL.COM- Totalitas dua penyair Tegal, Apito Lahire dan Dyon Donk tampil dalam Pagelaran Maca Segepok Puisi dalam 2 bahasa, Bahasa Tegal dan Bahasa Indonesia, Kamis 7 Juli 2022 malam.

Apito Lahire dan Dyon Dyonk tampil pada malam itu menggeber beberapa puisi-puisi Tegalan dan nasional. Mereka seperti beradu performance dengan kemahiran masing-masing dalam membawakan puisi.

Acara ini digelar di kawasan Kuliner Ki Gede Sebayu Jalan Wahidin Hasim No. 4 depan SMAN 1 Slawi dengan penyelenggara Termopolium Tuan Besar Coffee bekerjasama dengan Komunitas Sastrawan Tegalan.

Baca Juga: Mengenal Kitab Rambang, Warisan Syekh Maulana Maghribi di Danaraja Tegal Dikirab pada Idul Adha

Puluhan puisi Tegalan dan puisi Nasional berkumandang dari pukul 19.30 hingga larut malam saat para penyair, ibu rumah tangga, dan seorang dalang hadir.

Sebagai pembuka acara sebelum dua tokoh penyair Apito Lahire dan Dyon Dyonk membacakan beberapa puisi , tampil Ki Dalang Anton Surono dengan membawakan puisi Tegalan berjudul “Bumijawa Mulad” karya Lanang Setiawan.

Puisi Tegalan ini bercerita tentang pertempuran antara pasukan Belanda melawan para pejuang kemerdekaan yang terjadi di Bumijawa pada tahun 1947:

//Kontak senjata pecah/landa karo para pejuang adu cepet/gerombolan landa kocar-kacir/puluhan para kafir klojotan/dibrondong, dibacok uga dicéngkrong/getih kécrét nang endi paran/mayid para kafir pating blangsak...//

Usai pembacaan puisi Tegalan, tampil Amik Sri Narwati Surono membawakan sajak “Perkawinan” karya M. Enthieh Mudakir.

Beberapa penyair Tegal yang lain, mengapresiasi acara yang baru pertama kali digelar di Termopolium Tuan Besar Coffee begitu bersemangat.
Beberapa puisi dwi bahasa baik karya sendiri maupun orang lain menggenapi malam semakin besemangat. Wahyu Ranggati yang dikenal sebagai penari menyempatkan membacakan puisi Tegalan berjudul “Wis Ana Sing Ngatur” karya Dyon Dyonk.

Halaman:

Editor: Dwi ariadi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X