Tertinggi No 2 di Jawa Tengah, Pemkab Tegal Percepat Penurunan Stunting, Ini Strateginya

- Senin, 11 Juli 2022 | 15:57 WIB
Wakil Bupati Tegal Sabilillah Ardie dalam Rapat Koordinasi Perencanaan dan Strategi Percepatan Penurunan Stunting Tingkat Kabupaten Tegal Tahun 2022 (dok Humas Pemkab Tegal)
Wakil Bupati Tegal Sabilillah Ardie dalam Rapat Koordinasi Perencanaan dan Strategi Percepatan Penurunan Stunting Tingkat Kabupaten Tegal Tahun 2022 (dok Humas Pemkab Tegal)

SLAWI, AYOTEGAL.COM – Pemerintah Kabupaten Tegal melalui Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten Tegal terus berupaya mempercepat penurunan angka stuntingnya yang pada tahun 2021 lalu angkanya mencapai 28 persen.

Wakil Bupati Tegal Sabilillah Ardie selaku Ketua TPPS Kabupaten Tegal Sabilillah Ardie mengajak seluruh stakeholders termasuk masyarakat ikut andil membantu upaya penurunan angka stunting, baik melalui intervensi gizi spesifik maupun gizi sensitif.

Pasalnya, berdasarkan hasil Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) angka prevalensi stunting Kabupaten Tegal menduduki peringkat kedua tertinggi di Jawa Tengah setelah Wonosobo.

Baca Juga: Jadwal Film Bioskop CGV Transmart Tegal, Senin 11 Juli 2022

Hal tersebut disampaikan Sabilillah Ardie dalam Rapat Koordinasi Perencanaan dan Strategi Percepatan Penurunan Stunting Tingkat Kabupaten Tegal Tahun 2022 di Ruang Rapat Bupati Tegal, Rabu 6 Juli 2022.

“Kasus stunting di Kabupaten Tegal termasuk Wonosobo sudah menjadi sorotan di pusat. Sehingga mari, kita sama-sama bekerja lebih keras, lebih hebat dan saling support untuk menurunkan stunting ini dengan inovasi dan kolaborasi semua pihak,” kata Sabililah Ardie.

Ardie menjelaskan, pihaknya akan memfokuskan diri bekerja dalam jangka pendek untuk meraih target penurunan stunting dalam waktu dekat karena pada Agustus mendatang akan ada pendataan ulang dari pemerintah pusat.

“Kita lakukan strategi penanganan jangka pendek terlebih dahulu, terutama di bulan Juli sampai Agustus ini. Sehingga harapannya, angka stunting kita bisa berubah, menurun. Setelah itu, kita fokuskan kerja kolaborasi yang lebih luas di 2023, di mana semua pihak harus bergerak, berkontribusi menurunkan angka stunting,” ujarnya.

Salah satunya, lanjut Ardie menggencarkan pemberian makanan tambahan (PMT) bagi anak di bawah usia dua tahun (Baduta), pelatihan pemberian makan bayi dan anak (PMBA) dan pemantauan pertumbuhan perkembangan serta pemberian imunisasi dan vitamin A.

Baca Juga: INFO CUACA Tegal dan Slawi Awal Pekan Senin 11 Juli 2022, Waspada Hujan Malam Hari

Halaman:

Editor: Dwi ariadi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X