Pemkab Tegal Gandeng Organisasi Perempuan untuk Kejar Target 70 Persen Vaksinasi Covid-19

- Kamis, 1 September 2022 | 20:35 WIB
Bupati Tegal Umi Azizah (dok)
Bupati Tegal Umi Azizah (dok)

SLAWI, AYOTEGAL.COM – Pemkab Tegal menggandeng organisasi perempuan untuk mencapai target minimal 70 persen vaksinasi dosis dua dan minimal 50 persen untuk dosis tiga.

Hal tersebut disampaikan Bupati Tegal Umi Azizah saat rapat koodinasi percepatan vaksinasi bersama pimpinan organisasi perempuan se-Kabupaten Tegal di Pendopo Amangkurat, Selasa 30 Agustus 2022.

Menurut Umi Azizah, terbangunnya kekebalan komunitas atau herd immunity merupakan salah satu prasyarat untuk mentransformasikan pandemi Covid-19 menjadi endemi.

Baca Juga: Ini Alasan Pelaku Penembakan di Pedeslohor Tegal, Bapak Perintahkan Adik Bunuh Sang Kakak

Dijelaskan oleh Umi Azizah, status endemi ini tidak lantas menghilangkan Covid-19. Penyakit akibat infeksi virus corona ini akan terus ada dan hidup berdampingan bersama masyarakat. Namun, prevalensinya kecil, cukup stabil atau terkendali.

“Upayanya harus dimulai dari hulu, yaitu mengintensifkan vaksinasi, mendisiplinkan gerakan 3M, mengakselerasi pengetesan dan penelusuran, mengintensifkan skrining PeduliLindungi,” kata Umi.

Terkait vaksinasi, Umi menjelaskan jika penyuntikan vaksin dosis dua baru mencapai 59,69 persen atau masih kurang 138 ribu orang lagi.

Sedangkan untuk vaksin dosis tiga baru mencapai 16,27 persen atau masih ada sekitar 362 ribu orang yang harus dijangkau.

“Kita perlu terobosan untuk mengejar target vaksinasi tersebut. Tidak cukup hanya dengan mengetatkan syarat perjalanan pengguna moda transportasi publik atau keperluan administrasi lainnya, tapi juga harus dengan jemput bola, membuka layanan di tingkat komunitas seperti jam’iyahan, membuka gerai layanan di acara pengajian atau aktivitas keagamaan lainnya,” ucapnya.

Rendahnya akses vaksinasi tersebut, lanjut dia, bisa terjadi karena faktor kesibukan, sulitnya akses ke layanan vaksinasi, mispersepsi yang menganggap Covid-19 sudah tidak ada sehingga tidak perlu suntik vaksin, atau karena informasi yang tidak memadai tentang perlunya vaksinasi.

Halaman:

Editor: Dwi ariadi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X