Temu Bisnis dan Expo HPN, Wabup Tegal Sabilillah Ardie Bagikan Tips Bisnis dengan 5 Us untuk Pelaku UMKM

- Jumat, 2 September 2022 | 16:09 WIB
Wakil Bupati Tegal Sabilillah Ardie (dok)
Wakil Bupati Tegal Sabilillah Ardie (dok)

SLAWI, AYOTEGAL.COM - Bendahara Umum Dewan Pimpinan Pusat Himpunan Pengusaha Nahdliyyin (HPN) Sabilillah Ardie mengharapkan, agar para pelaku usaha menengah kecil dan mikro (UMKM) untuk mampu bersaing dan menangkap peluang di era indutrialisasi digital saat ini.

Hal tersebut dikemukakan Sabilillah Ardi yang juga Wakil Bupati Tegal pada acara Temu Bisnis dan Expo sekaligus Silaturahmi Nasional Himpunan Pengusaha Nahdhiyin di El Royale Hotel Banyuwangi Jawa Timur Kamis 1 September 2022.

Temu Bisnis dan Expo berlangsung 2 hari mulai 1-2 September 2022 yang diikuti DPW HPN se- Indonesia serta dihadiri para kyai dan alim ulama nahdliyyin dari Jawa Timur itu dibuka dan dihadiri langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan dan Dirut PLN Persero Dharmawan Prasojo.

Baca Juga: Dukung Kesejahteraan Sektor Pendidikan, BTN Siap Bangun Rumah Bagi Dosen Milenial UGM

Menurut Sabilillah Ardie, ada beberapa upaya yang harus dilakukan para pelaku UMKM agar dapat eksis dan memenangkan usahanya, yaitu dengan melakukan upgrade usaha dan produk.

Di antaranya, melalui penetapan standar bahan, standar pelayanan, dan standar produk. Kualitas produk juga harus bersertifikat baik itu sertifikat BPOM, sertifikat halal dari MUI serta sertifikat SNI atau Standar Nasional Indonesia.

''Tidak kalah pentingnya, produk dan kemasan UMKM juga harus memiliki ke-khas-an tersendiri, unik dan menarik. Dengan upaya-upaya itu maka pelaku UMKM dapat memenangkan persaingan usaha di era digital saat ini,''katanya.

Menurut Ardie, persaingan industri digital tidak hanya dari pengusaha dan produk lokal, regional dan nasional tetapi juga dari produk global dari negara negara lain.

Wakil Bupati Sabilillah mencontohkan, untuk membuat souvenir gantungan kunci di objek wisata guci, UMKM lokal Kabupaten Tegal menawarkan harga lebih kurang Rp. 2.500 per unit , sementara dari luar negeri bisa dengan harga Rp. 1.000 per unit dan siap dengan stok ribuan unit.

Baca Juga: Jelang Lomba Senam SICITA, KomandanTe di Tegal Ini Kumpulkan 100 Perempuan

Dalam paparan yang bertemakan "Industri Digital Peluang dan Tantangan bagi Pengusaha Nahdhiyin" itu, Sabilillah Ardi menambahkan para pengusaha nahdliyyin juga harus, mengantisipasi dan memanfaatkan analisa SWOT .

Halaman:

Editor: Dwi ariadi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X