Prevalensi Stunting di Kabupaten Tegal Sementara Turun Jadi 17,6 Persen, Ardie Sebut 5 Puskesmas Masih Tinggi

- Senin, 31 Oktober 2022 | 21:13 WIB
acara Diseminasi dan Publikasi Stunting serta Koordinasi Tim Percepatan Penurunan Stunting di Hotel Grand Dian Guci, Rabu 26 Oktober 2022 (dok Humas Pemkab Tegal)
acara Diseminasi dan Publikasi Stunting serta Koordinasi Tim Percepatan Penurunan Stunting di Hotel Grand Dian Guci, Rabu 26 Oktober 2022 (dok Humas Pemkab Tegal)

BOJONG, AYOTEGAL.COM – Angka prevalensi stunting Kabupaten Tegal berdasarkan hasil survei status gizi Indonesia (SSGI) tahun 2021 mencapai 28 persen.

Namun dari hasil pengukuran ulang Tim Percepatan dan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten Tegal pada Agustus 2022 lalu bersamaan dengan pelaksanaan Bulan Imunisas Anak Nasional (BIAN), angka sementara prevalensi stuntingnya turun menjadi 17,6 persen.

Hal ini diungkapkan Wakil Bupati Tegal Sabilillah Ardie yang juga menjabat Ketua TPPS Kabupaten Tegal saat berlangsung acara Diseminasi dan Publikasi Stunting serta Koordinasi Tim Percepatan Penurunan Stunting di Hotel Grand Dian Guci, Rabu 26 Oktober 2022.

Baca Juga: Luar Biasa, Laba bank bjb Terus Melejit 23,3%, Mencapai Rp2,2 Triliun di Triwulan III 2022

Menurut Sabilillah Ardie, penurunan prevalensi stunting tersebut didasarkan entri data populasi 116.868 balita melalui aplikasi elektronik pencatatan dan pelaporan gizi bebasis masyarakat (e-PPGBM).

Dari jumlah tersebut, 101.915 balita atau 87,21 persennya berhasil diketahui tinggi atau panjang badannya dan didapati 17.906 balita atau 17,6 persennya dalam kondisi stunting.

“Angka prevalensi stunting dari populasi balita ini masih sementara dari yang berhasil kita ukur sampai dengan tanggal 10 Oktober 2022 lalu,” kata Ardie.

Dari hasil pengukuran ulang ini didapati lima Puskesmas dengan angka prevalensi stunting tertinggi, yaitu Puskesmas Bojong 30,1 persen, Puskesmas Kalibakung 27,4 persen, Puskesmas Bumijawa 26,2 persen, Puskesmas Margasari 25,7 persen dan Puskesmas Jatibogor 25,2 persen.

Sedangkan lima Puskesmas dengan angka stunting terendah dijumpai pada Puskesmas Pangkah 5,3 persen, Puskesmas Dukuhwaru 9,6 persen, Puskesmas Kaladawa 10,5 persen, Puskesmas Pagerbarang 11,5 persen dan Puskesmas Talang 12,7 persen.

Ardie mengakui, pelaksanaan perbaikan data balita melalui Gebyar Posyandu ini menemui sejumlah kendala, seperti tidak semua ibu bisa datang dan menimbang balitanya di Posyandu, sehingga ketersediaan data pengukuran balita di posyandu belum bisa mencapai angka 100 persen dari populasi yang ada.

Halaman:

Editor: Dwi ariadi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X