11 Desa Terendam Banjir akibat Sungai Pemali Meluap, Bupati Brebes: Kita Lakukan Penanganan Darurat

- Minggu, 20 November 2022 | 22:23 WIB
Bupati Brebes Idza Priyanti meninjau lokasi terdampak banjir akibat luapan sungai Pemali di Desa Kedungtukang (dok Diskominfotik Brebes)
Bupati Brebes Idza Priyanti meninjau lokasi terdampak banjir akibat luapan sungai Pemali di Desa Kedungtukang (dok Diskominfotik Brebes)

BREBES, AYOTEGAL.COM - Bupati Brebes Idza Priyanti meninjau lokasi terdampak banjir akibat luapan sungai Pemali di Desa Kedungtukang, Kecamatan Jatibarang, Minggu 20 November 2022.

Luapan sungai Pemali menerjang 11 desa di tiga Kecamatan akibat hujan terus menerus pada Sabtu 19 November 2022). Ratusan rumah dan ratusan hektare tanaman bawang serta tambak warga terendam banjir.

Di Kecamatan Jatibarang, tiga desa yakni Kedungtukang, Buaran dan Bojong. Kecamatan Wanasari Lengkong, Glonggong, Sisalam, Jagalempeni, Sidamulya dan Sawojajar. Sedangkan di Kecamatan Brebes terdiri dari desa Terlangu dan Pemaro

Baca Juga: Jalan Sehat Massal Warnai Puncak Peringatan HKN ke 58 di Kota Tegal

Idza Priyanti menegaskan, Pemerintah Kabupaten Brebes akan menangani secara darurat dan cepat terkait dampak banjir akibat luapan Kali Pemali di berbagai titik.

Hal ini dilakukan agar masyarakat bisa beraktivitas kembali sebagaimana biasanya, sehingga keamanan dan kenyamanan terjamin serta roda perekonomian tetap berjalan dengan baik.

"Kami akan lakukan penanganan darurat dan cepat sehingga tidak menimbulkan korban," kata Bupati Brebes di sela peninjauan dampak banjir.

Menurut Idza menjelaskan, melalui dinas terkait bersama aparat keamanan juga masyarakat bahu membahu melakukan penanganan darurat. "Alhamdulillah, kita bisa saling bergotong royong," kata Idza.

Idza menjelaskan, langkah utama dalam penanganan dampak banjir akibat sungai Pemali meluap, yakni menyelamatkan warga untuk mengungsi di tempat yang aman, kedua membagi kebutuhan makanan dengan membuka dapur umum untuk warga.

"Hari ini kita cek lapangan untuk penanganan darurat yang harus segera ditangani, tidak hanya penanganan warga saja tetapi juga tanggul sungai Kali Pemali," terang Idza.

Plt Kepala Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air dan Penataan Ruang (PSDAPR) Agus Asy'ari menjelaskan, sesuai arahan bupati penanganan darurat dilakukan agar tidak ada lagi air yang meluap ke daratan dan keselamatan warga tertangani.

Halaman:

Editor: Dwi ariadi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X