Hasil Panen Bawang Putih di Desa Tuwel Menggembirakan

- Minggu, 1 September 2019 | 21:11 WIB
Panen raya bawang putih di Desa Tuwel  dihadiri pejabat Bank Indonesia (BI) dan Bupati Tegal Umi Azizah, Minggu (1/9/2019).  (Dwi Ariadi/ayotegal.com)
Panen raya bawang putih di Desa Tuwel dihadiri pejabat Bank Indonesia (BI) dan Bupati Tegal Umi Azizah, Minggu (1/9/2019). (Dwi Ariadi/ayotegal.com)

BOJONG, AYOTEGAL.COM-– Para petani bawang putih di Desa Tuwel, Kecamatan Bojong, Kabupaten Tegal, melakukan panen raya, Minggu (1/9/2019). Kegiatan ini dihadiri Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Hary Sugeng dan Bupati Tegal Umi Azizah.

Penanaman bawang putih kali ini membawa angin segar bagi petani karena hasil panen menggembirakan. Bahkan, Bupati Umi Azizah merasa bahagia dapat melihat para petani bawang putih bangkit dari keterpurukan. 
\nKarena selama kurun waktu 25 tahun petani bawang putih di Desa Tuwel mengalami masa kelam atau tidak lagi menanam bawang putih akibat kebijakan impor masuk di Indonesia, sehingga mengakibatkan varietas bawang putih lokal anjlok.

AYO BACA : Astra Motor Jateng Kenalkan Honda Genio di Kota Tegal

“Semua ini berkat bantuan Bank Indonesia. Awalnya ketika tahun 2014, BI datang ke Desa Tuwel bermaksud ingin menanam bawang putih, saya tolak mentah-mentah. Karena menurut saya, menanam bawang putih sama halnya mengantarkan petani ke kondisi yang semakin susah. Namun, berkat tekad dan kerja keras serta menggandeng salah satu profesor dari IPB, BI mampu meyakinkan kami dan para petani untuk menanam kembali bawang putih,” terang Umi.

Dikatakan, pada era 90-an Desa Tuwel terkenal sebagai sentra penghasil bawang putih. Namun, kejayaan itu harus tersendat karena terdapat bawang putih impor dari berbagai negara yang memberi dampak negatif pada bawang putih lokal. Peristiwa tersebut juga mengakibatkan petani beralih profesi dan berbondong-bondong ke kota untuk mencari pekerjaan lain, karena bawang putih sudah tidak lagi menghasilkan.

AYO BACA : Awali Putaran 8 Besar, Persekat Taklukkan Persibas 1-0

Hal itu juga dibenarkan oleh seorang petani Muhammad Ali Yusni. Dia mengaku belum lama menanam bawang putih. Saat ini Ali mampu menghasilkan panen Rp 45 juta hanya bermodal uang sebesar Rp 9 juta.

”Dari tanah 3.500 meter persegi saya mampu panen 5,2 ton bawang putih. Alhamdulillah menanam bawang putih ini sangat menghasilkan karena uang 45 juta bagi saya sangatlah besar,\" ujar Yusni.

Adapun varietas bawang putih yang ditanam adalah jenis sembalun dengan masa panen sekitar 110 hari dari mulai proses tanam dengan modal Rp. 9 juta.

Halaman:

Editor: Abdul Arif

Tags

Terkini

X