Syukuran Jelang Milad Sastra Tegalan ke 28, Dedy Yon: Nguri-nguri Bahasa Tegal Makin Pentol

- Kamis, 24 November 2022 | 16:09 WIB
Syukuran Sastra Tegal menyongsong Milad Sastra Tegalan ke 28 yang diadakan di Pringgitan Balaikota Tegal, Rabu 23 November 2022 malam
Syukuran Sastra Tegal menyongsong Milad Sastra Tegalan ke 28 yang diadakan di Pringgitan Balaikota Tegal, Rabu 23 November 2022 malam

“Monggo para seniman bereasi di tempat-tempat stategis yang sudah disediakan Pemkot Tegal,” tegasnya.

Senada dengan walikota, Dr. Maufur yang mendapat gelar Presiden Penyair Tegalerin menuturkan, bersyukur gerakan Sastra Tegalan yang dilahirkan sejak 26 November 1994 hingga sekarang memasuki usia 28 tahun, bukan sesuatu yang sepele.

Melainkan gerakan Komunitas Sastrawan Tegalan yang gigih memperjuangkan bahasa Tegal lewat Sastra Tegalan semangkin terangkat derajatnya di mata masyarakat.

“Setelah Bahasa Tegal dikemas menjadi bahasa sastra sejak 26 November 1994 menghasilkan manfaat bagi masyarakat Tegal dan para peneliti Sastra Tegalan dari banyak mahasiswa. Tidak hanya untuk mahasiswa di wilayah Tegal melainkan sudah menyebar ke lain daerah dan kota,” tandasnya.

Ada yang menarik dan baru pertamakali terjadi dalam acara kegiatan helat sastra di Tegal di mana Walikota Dedy Yon malam itu menebar sawer jutaan rupiah untuk para seniman empat daerah: Tegal, Slawi, Pemalang, dan Kabupaten Brebes.

Peristiwa itu terjadi saat sejumlah penyair membacakan Puisi Tegalerin 2:4:2:4 yang terhimpun dalam buku antologi “Republik Tegalerin 2:4:2:4” terbitan Komunitas Sastrawan Tegalan.

Hujan sawer Walikota Tegal terjadi diawali saat Lanang Setiawan menyampaikan Pidato Kebudayaan tentang kilas balik Sastra Tegalan dari mulai tahun 1994 hingga sekarang tahun 2022 berusia 28 Tahun.

Di akhir pidatonya, Lanang meneriakan agar para pembaca puisi walikota laik diberi sawer. Empat penyair yang sekaligus membacakan puisi walikota berjudul “Taman Laut” secara geropyokan.

Begitu mereka menuntaskan pembacaannya, Walikota Dedy Yon langsung merogoh kocek memberikan sawer pada mereka. Dan ternyata malam itu pun, tidak cuma mereka yang kebagian sawer akan tetapi puluhan penyair yang membacakan puisi dari antologi tersebut, masing-masing mendapatkan sawer darinya.

“Malam ini betul-betul hujan sawer,” ujar Apito Lahire bareng, Abu Ma’mur, dan Julis Nur Hussein. Bahkan penyair Diah Setyowati yang hanya membacakan titimangsa atau penanggalan puisi karya walikota tak ketinggalan mendapatkan sawer juga.

Baca Juga: Penutupan Bulan Bakti Karang Taruna Kabupaten Tegal 2022, AyoTegal Terima Penghargaan

Halaman:

Editor: Dwi ariadi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

BTN Gelar IPEX 2022 Bidik KPR Baru Rp1,5 Triliun

Senin, 21 November 2022 | 10:29 WIB
X