Ganjar Bentuk Satgas Penanganan 5 Daerah Kemiskinan Ekstrem

- Jumat, 8 Oktober 2021 | 18:06 WIB
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo saat ngobrol bersama Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin (dok humas)
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo saat ngobrol bersama Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin (dok humas)

SEMARANG, AYOTEGAL.COM - Persoalan kemiskinan ekstrem di 5 daerah Jawa Tengah mendapat perhatian Gubernur Ganjar Pranowo.

Ganjar Pranowo pun kemudian membentuk satgas khusus percepatan penanggulangan kemiskinan ekstrem yang diketuai Sekda Jateng, Sumarno.

Hal itu dilakukan setelah ada arahan dari Wakil Presiden, Ma'ruf Amin, Kamis (7 Oktober 2021) lalu. Satgas akan bekerja menyelesaikan kemiskinan ekstrem di lima daerah, yakni Brebes, Banyumas, Pemalang, Banjarnegara dan Kebumen.

Baca Juga: Link Pengumuman Hasil Seleksi Pertama Guru PPPK , 173.329 Peserta Dinyatakan Lulus

"Satgas ini kami bentuk untuk mempercepat, kan ini waktunya pendek, hanya sampai Desember harus selesai. Saya rasa kita perlu tim khusus atau satgas untuk bisa melakukan percepatan. Saya khawatir ada beberapa kabupaten yang tidak siap, maka kita harus bantu mereka," kata Ganjar usai rapat penanggulangan kemiskinan ekstrem di kantornya, Jumat (8 Oktober 2021).

Dikutip dari Suara.com (Jaringan Ayotegal) tugas Satgas tersebut, menurut Ganjar, yang paling penting adalah verifikasi dan validasi data.

Sebab dari data yang sudah ada, tercatat 27 ribu lebih masyarakat miskin ekstrem yang ada di 5 daerah itu. Setelah verval selesai, maka tindakan lanjutan adalah intervensi.

"Verval ini kuncinya, agar tidak keliru. Sebab kita punya contohnya, ada orang di Banyumas, dia masuk desil satu. Tapi semuanya ada, air minum ledeng, sumur terlindungi, listrik sudah PLN, fasilitas BAB sudah punya, tinja sudah ada tangki, RTLH tidak prioritas. Tapi kenapa masih masuk data? Nah yang begini-begini ini harus diselesaikan," tegasnya.

Baca Juga: KAMUS BAHASA TEGAL, Arti Kata Ora Sepele dan Ora Pere-pere

Secara keseluruhan, lanjut Ganjar, angka kemiskinan ekstrem di Jateng masih ada sekitar 1,5 juta orang. Namun itu berasal dari berbagai daerah.

Halaman:

Editor: Dwi ariadi

Sumber: Suarajawatengah.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X